John Daniels – Agus Leonardus – Fenomena Fotografi Indonesia


The Art of Photography
…is seeing what others don’t, and capturing what others can’t
-john daniels-

teknis itu penting tapi bukan yang terpenting
-agus leonardus-

Ada hal yang sangat menyenangkan dari kalimat diatas (baca menyegarkan). Yang semestinyalah hal-hal seperti itu yang wajib diperhatikan saat kita mendalami fotografi. Hal yang sangat mendasar sekali yang selalu disampaikan oleh tokoh2 fotografi Indonesia seperti Agus Leonardus atau bahkan Arbain Rambey, TAPI!! sejauh ini kegiatan fotografi di Indonesia seringnya hanyalah dipenuhi kegiatan sampah!!!

Sampah 1

Fotografi Indonesia (baca kita) Dipenuhi oleh kegiatan perang alat, perang brand, bukannya perang karya :(
ndak percaya???

Cobalah anda berkumpul dengan para fotografer itu, pancinglah reaksi mereka dengan pembicaraan tentang peralatan fotografi mereka, lalu ‘geseklah‘ Lihatlah reaksi mereka. “Hampir disemua perkumpulan fotografi yang saya pernah terlibat didalamnya, selalu yang dibicarakan adalah alat dan mahalnya alat, yang menurut anggapan mereka tentu akan menghasilkan karya yang dahsyat“, begitu kata Agus Leonardus dalam sebuah kesempatan sambil menghela nafas tentunya.

Dalam sebuah workshop, secara tidak langsung Surya Hari Wibawa juga membenarkan ‘fenomena itu‘ yang kerap sekali terjadi di Indonesia. Bukannya mencari referensi foto bagus, tapi malahan mencari referensi kamera, lensa, dll. Perhatikan! Dikegiatan hunting foto atau lomba foto, pastilah berbagai Lensa mahal berkelebatan, tapi tengoklah hasil fotonya? Silahkan nilai sendiri!! (entahlah) Kalo itu sih gadgets freak bukannya fotografer.

SO PEDE-lah dengan perangkat fotografi anda, semurah apapun itu!! Yang penting adalah kualitas foto (isi, cerita, konsep, dll) toh banyak foto yg terkesan kabur/jelek  tapi mampu menghasilkan ribuan dollar (baca hanya bagi para amatir tentunya)

bersambung…


Leave a Comment